Kasihku, ingin kuhadiahkan padamu apa yang paling berharga bagiku.
Dan itu adalah dirimu.
Yang selalu terlupakan.
Yang selalu disalahkan.
Yang ada di daftar paling belakang orang yang ingin kaubahagiakan.
Padahal dia selalu ada.
Selalu mengusap air mata.
Selalu membenamkan kemarahan.
Selalu mengikat kuat-kuat kekecewaan.
Maka biarlah kasihku, sejak hari ini, dirimu seutuhnya milikmu.
Berhak memilih yang disuka.
Berhak meninggalkan yang dibenci.
Berhak dipikirkan.
Berhak diperhatikan.
Berhak dipertimbangkan.
Pikirannya.
Perasaannya.
Dirinya.
Seluruhnya.
Dan kuharap, kasihku, dalam dirimu sendiri, ada cinta untukku.
Dan itu adalah dirimu.
Yang selalu terlupakan.
Yang selalu disalahkan.
Yang ada di daftar paling belakang orang yang ingin kaubahagiakan.
Padahal dia selalu ada.
Selalu mengusap air mata.
Selalu membenamkan kemarahan.
Selalu mengikat kuat-kuat kekecewaan.
Maka biarlah kasihku, sejak hari ini, dirimu seutuhnya milikmu.
Berhak memilih yang disuka.
Berhak meninggalkan yang dibenci.
Berhak dipikirkan.
Berhak diperhatikan.
Berhak dipertimbangkan.
Pikirannya.
Perasaannya.
Dirinya.
Seluruhnya.
Dan kuharap, kasihku, dalam dirimu sendiri, ada cinta untukku.
Komentar
Posting Komentar