Langsung ke konten utama

Kebetulan

Apakah kamu percaya pada kebetulan? Bahwa ada hal-hal yang tidak sengaja terjadi begitu saja tanpa ada rencana apa-apa? Aku tidak percaya ada sesuatu yang bisa sungguh-sungguh disebut kebetulan. Aku percaya takdir. Sesuatu terjadi sebagai buah dari pengaruh beruntun apa yang terjadi di masa lalu. Dan hal yang ajaib terjadi atas kehendak Yang Maha Kuasa. Semua terjadi karena suatu alasan, untuk sebuah tujuan. Yang terkadang, baru diketahui kemudian. Tapi kali ini aku sungguh ingin jawaban sekarang. Mengapa?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merintis Romantis: Teaser

Ribuan kata bertabrakan dalam kepalanya saat ia menatap wajah kekasihnya. Dadanya terasa hangat dan sesak. Rasanya ingin tersenyum sekaligus menangis. Benar-benar sulit dipercaya, takdir menggariskannya menikah dengan orang yang ia cintai. Apakah ini yang dinamakan bahagia? Tapi ia tidak melihat ekspresi yang sama di kedua bola mata yang kini bertatapan dengannya. Apa yang kurang? Ini pertama kalinya ia mencintai, dan ia sadar sepenuhnya kalau ia masih pemula. Belum bisa memberikan cinta yang sempurna. Ia sadar, dari merasakan hidup bersama dirinya sendiri selama ini, bahwa dirinya bukan manusia ideal untuk menjadi teman menghabiskan hidup. Dan orang sebaik itu bersedia menjadi pasangan hidupnya. Benar-benar misteri. Dan sungguh misteri. Bagaimana ia bisa membahagiakan kekasihnya? Wajah di depannya menarik ujung bibir ke atas. Pelan, lembut, hangat, dan indah. Senyum yang membuat sumbu-sumbu kembang api di kepalanya meledak pecah. Rasanya dunia ini sempurna sudah. Ditatapnya kedua bola...

Negara Sepotong Surga: Prolog

Dua ratus lima puluh ribu juta jiwa. Tujuh belas ribu pulau. Katanya negara ini sepotong surga di bumi. Apakah itu hanya nostalgia, sudah nyata, atau masih cita-cita? Bagi kami, itu cita-cita yang pasti datangnya. Jika kita memenuhi semua persyaratannya, sepotong surga itu akan mewujud di negara kita. Dan kami tidak diam saja. Kami sedang menuju ke sana.

Violesphere #2: Kei Shirohara

Kei merenungkan kejadian kemarin. Henry adalah muridnya yang cerdas dan berhati jernih. Kei berharap Henry suatu saat nanti memiliki profesi yang berpengaruh. Dengan pemahaman yang benar, Henry akan membuat Violesphere menjadi lebih baik. Tok! Tok! Tok! Ruangan Kei diketuk dari luar. Ruangan bekerja sekaligus rumah kecil tempat para guru yang belum berkeluarga tinggal. Kei sebenarnya baru saja lulus kelas dua belas jurusan ilmu alam. Namun dia sudah diminta ikut mengajar. Sekolah asrama itu terdiri atas kelas satu sampai dua belas. Kelas sembilan sampai dua belas terdiri atas berbagai jurusan. Ada tata boga, tata busana, ilmu alam, teknologi, administrasi, olahraga, pertanian, dan sebagainya. Kei beranjak membukakan pintu saat melihat kepala sekolah berdiri dengan ekspresi yang aneh. “Silakan masuk, Mr. Gearl,” ujar Kei ramah. Mr. Gearl tampak ragu. “Aku hanya ingin mengabarkan sesuatu, Kei,” katanya pelan. Kei menunggu mantan gurunya yang kini menjadi rekanny...