Apakah kamu percaya pada kebetulan? Bahwa ada hal-hal yang tidak sengaja terjadi begitu saja tanpa ada rencana apa-apa? Aku tidak percaya ada sesuatu yang bisa sungguh-sungguh disebut kebetulan. Aku percaya takdir. Sesuatu terjadi sebagai buah dari pengaruh beruntun apa yang terjadi di masa lalu. Dan hal yang ajaib terjadi atas kehendak Yang Maha Kuasa. Semua terjadi karena suatu alasan, untuk sebuah tujuan. Yang terkadang, baru diketahui kemudian. Tapi kali ini aku sungguh ingin jawaban sekarang. Mengapa?
Ribuan kata bertabrakan dalam kepalanya saat ia menatap wajah kekasihnya. Dadanya terasa hangat dan sesak. Rasanya ingin tersenyum sekaligus menangis. Benar-benar sulit dipercaya, takdir menggariskannya menikah dengan orang yang ia cintai. Apakah ini yang dinamakan bahagia? Tapi ia tidak melihat ekspresi yang sama di kedua bola mata yang kini bertatapan dengannya. Apa yang kurang? Ini pertama kalinya ia mencintai, dan ia sadar sepenuhnya kalau ia masih pemula. Belum bisa memberikan cinta yang sempurna. Ia sadar, dari merasakan hidup bersama dirinya sendiri selama ini, bahwa dirinya bukan manusia ideal untuk menjadi teman menghabiskan hidup. Dan orang sebaik itu bersedia menjadi pasangan hidupnya. Benar-benar misteri. Dan sungguh misteri. Bagaimana ia bisa membahagiakan kekasihnya? Wajah di depannya menarik ujung bibir ke atas. Pelan, lembut, hangat, dan indah. Senyum yang membuat sumbu-sumbu kembang api di kepalanya meledak pecah. Rasanya dunia ini sempurna sudah. Ditatapnya kedua bola...
Komentar
Posting Komentar